Tugas
Akhir Naratama Dasar Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar.
Tugas
akhir Naratama Dasar merupakan salah satu tahapan penting dalam kegiatan
kepramukaan yang bertujuan untuk mengukur pemahaman, keterampilan serrta sikap peserta
setelah mengikuti seluruh rangkaian pembinaan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar
menyelesaikan kewajiban administrasi, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri
terhadap nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya yang telah dipelajari dan
dipraktikkan.
Pelaksanaan
kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Pramuka Jakarta Pusat yang beralamat Jl.
Komp. Angkasa pura Blok PQRS, Kb. Kosong, Kecamatan Kemayoran, Kota Jakarta
Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10630.
Peserta
kegiatan Naratama Dasar berkumpul pada pukul 09.00 WIB, dan antusias peserta sungguh
luar biasa, ditandai dengan ketepatan kehadiran, dan jumlah peserta yang hadir.
Dalam proses penyusunan tugas akhir, kami belajar untuk bekerja dengan penuh
tanggung jawab, disiplin, dan kemandirian. Setiap tahap, mulai dari pengumpulan
data, penyusunan laporan, hingga penyajian hasil, menuntut ketelitian dan kerja
sama yang baik. Kami tidak hanya bekerja secara individu, tetapi juga saling
berdiskusi, berbagi ide, dan memberikan masukan satu sama lain agar hasil yang
diperoleh lebih maksimal. Hal ini mencerminkan semangat gotong royong dan
musyawarah yang menjadi bagian dari nilai kepramukaan.
Dari
beberapa tugas akhir peserta, mengambil tema Dasa Dharma Pramuka yaitu: Takwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa,Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, Patriot
yang sopan dan ksatria, Patuh dan suka bermusyawarah, Rela menolong dan tabah, Rajin,
terampil, dan gembira, Hemat, cermat, dan bersahaja, Disiplin, berani, dan
setia, Bertanggung jawab dan dapat dipercaya, Suci dalam pikiran, perkataan,
dan perbuatan. Dari 10 Dasa Dharma tersebut peserta mengambil Dasa Dharma ke
empat yaitu Patuh dan Suka Bermusyawarah. Mengapa mengambil Dasa Dharma
ke 4 itu?
Dalam
pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di sekolah, komunikasi antara
pembina, guru, peserta didik, dan pihak sekolah memegang peranan yang sangat
penting. Namun, pada kenyataannya masih sering dijumpai permasalahan dalam
penyampaian informasi dan pengambilan keputusan terkait kegiatan Pramuka.
Misalnya, perubahan jadwal latihan, pembagian tugas, atau penentuan kegiatan
tertentu terkadang tidak disampaikan secara jelas kepada seluruh warga sekolah,
sehingga menimbulkan kebingungan dan ketidakhadiran sebagian peserta didik.
Selain
itu, dalam beberapa situasi, keputusan mengenai kegiatan Pramuka sering diambil
tanpa melalui musyawarah yang melibatkan semua pihak terkait. Akibatnya, ada
siswa yang merasa pendapatnya tidak dihargai dan guru atau pembina merasa
kurang didukung. Kondisi ini menunjukkan bahwa nilai patuh terhadap aturan dan
hasil kesepakatan bersama serta sikap suka bermusyawarah belum sepenuhnya
diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan.
Kurangnya
sikap patuh juga terlihat ketika sebagian peserta didik tidak menaati jadwal
latihan, tidak mengenakan seragam sesuai ketentuan, atau tidak melaksanakan
tugas yang telah disepakati bersama. Hal ini tidak hanya menghambat kelancaran
kegiatan, tetapi juga dapat menurunkan semangat dan kedisiplinan anggota Pramuka
lainnya.
Padahal,
dalam Dasa Dharma Pramuka ke-4, yaitu “Patuh dan Suka Bermusyawarah”, setiap
anggota Pramuka dituntut untuk menaati aturan serta membiasakan diri
menyelesaikan masalah melalui dialog dan kesepakatan bersama. Jika nilai ini
dapat diterapkan secara konsisten, maka komunikasi antarwarga sekolah akan
menjadi lebih terbuka, harmonis, dan efektif, sehingga kegiatan ekstrakurikuler
Pramuka dapat berjalan dengan lebih tertib dan bermakna.
Oleh
karena itu, perlu adanya upaya bersama dari seluruh warga sekolah untuk
memperbaiki pola komunikasi dan membiasakan musyawarah dalam setiap pengambilan
keputusan terkait kegiatan Pramuka, agar nilai-nilai Dasa Dharma dapat
benar-benar terwujud dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Bagaimana
penyelesaian masalah di atas? Ditunggu saja kelanjutannya ya.
Keterangan Poto: Penyerahan Tugas Akhir bersama pelatih konsultan Kakak Sukma Widya