Halo semuanya!
Perkenalkan, nama aku Melisa Fatarani. Di mini vlog kali ini, aku mau berbagi pengalaman seru saat berkunjung ke sebuah desa edukasi lingkungan yang penuh inovasi.
Begitu sampai di lokasi, suasananya langsung terasa asri dan menyenangkan. Di desa ini terdapat berbagai wahana edukasi, seperti wahana pertanian, perikanan, bank sampah, hingga peternakan. Tempat ini benar-benar cocok untuk belajar sambil praktik langsung.
Di wahana pertanian, aku melihat sistem urban farming manual yang menggunakan pot dan polybag. Selain itu, ada juga sistem akuaponik yang menggabungkan budidaya tanaman dan ikan dalam satu ekosistem. Walaupun sederhana, cara ini sangat bermanfaat dan bisa diterapkan di lingkungan rumah.
Selanjutnya, aku diajak ke wahana perikanan. Di sini terdapat tujuh kolam ikan dengan luas sekitar 214 meter persegi. Ikan yang dibudidayakan pun beragam, mulai dari ikan lele, ikan nila, ikan patin, sampai ikan bawal. Kolam-kolamnya tertata rapi dan terlihat terawat.
Perjalanan dilanjutkan ke bank sampah, yang menurut aku jadi salah satu bagian paling menarik. Sampah dipilah menjadi organik dan anorganik. Sampah organik diolah melalui proses komposting, pembuatan eco-enzyme, dan juga budidaya maggot. Kami bahkan bisa melihat langsung kandang maggot yang digunakan sebagai solusi pengolahan sampah ramah lingkungan.
Yang paling keren, desa ini ditunjuk oleh Pertamina sebagai Desa Energi Berdikari. Desa ini berperan dalam menciptakan udara bersih untuk Jakarta. Baru-baru ini, desa ini juga sudah menggunakan solar cell lengkap dengan baterainya sebagai sumber energi terbarukan.
Dari kunjungan ini, aku belajar bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan. Desa ini jadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari lingkungan sekitar.
Sekian mini vlog dari aku, Melisa Fatarani.
Terima kasih sudah menonton, sampai jumpa di cerita berikutnya! 🌱✨
