Hujan Deras di Kampung Pramuka Jakarta Pusat


 Jumat ini tanggal 9 Januari 2026, kami berkumpul di Kampung Pramuka Kemayoran Jakarta Pusat sebagai akhir dari tugas Karya Bakti Nataru 2025.  Namun ini bukan akhir tugas tapi awal berkarya dalam sebuah pelatihan membuat tulisan dari sebuah cerita. 

Memulai cerita itu tidak mudah, namun mendengar yang disampaikan nara sumber kak Yudha Adhyaksa tergetar juga tangan ini untuk bercerita. 

Hari ini ada 3 kegiatan, motivasi bagi guru-guru agar bisa terus berkarya mengantar anak bangsa menggapai asa ke depannya. Lalu sebagai panitia komunikasi guru mata pelajaran harus gladi gedung untu kegiatan Career Day MGBK DKI Jakarta, dan saat ini berlatih menulis di Kwartir Cabang Jakarta Pusat. Hidup itu pilihan... karena cibtaku pada Tunas Kelapa,  aku berada diantara tunas-tunas muda berlatih menulis. Pilihan yang sesuai hati. 

Kurangkai cerita ini di Kampung Pramuka, yang harus diawali berjalan mengitari sekitar Kampung Pramuka. Baru langkah pertama, setetes demi setetes air turun seolah melarang kami melihat indahnya lingkungan sekitar, semakin banyak air turun hingga deras. Aku terdiam sambil melihat tunas muda kembali duduk, namun beraktifitas dengan kawan-kawannya membahas cerita apa yang akan dibuat. Aku yang awalnya bingung menulis kisah, terus menggerakkan jemari merangkai kata demi kata. 

Dalam derasnya hujan, sekilas kutatap lingkungan asri yang hijau, penuh tanaman membuat suasana semakin sejuk. Di tengah kota Jakarta Pusat di Ranting Kemayoran masih ada ruang hijau. Banyak yang bisa dicatat, di Kampung Pramuka ini penuh aktivitas warga, tanaman, kolam ikan, bank sampah yang menjadi hasil untuk warga. Aaahhh sekilas tapi bisa kumaknai lingkungan ini bermanfaat untuk warga. Bagai fungsi tunas... pohon kelapa itu serba guna. Kampung Pramuka Jakarta Pusat penuh makna, berguna untuk sesama. 

Terima kasih hujan sudah menjadi inspirasi buatku menulis cerita. 


Untuk bidadariku Diffa Aulia Taufani

Lebih baru Lebih lama